Bidโah menurut bahasa, diambil dari bidaโ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.
ุจูุฏููุนู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู
โAllah pencipta langit dan bumiโ [Al-Baqarah/2 : 117]
Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.
Juga firman Allah.
ูููู ู
ูุง ููููุชู ุจูุฏูุนูุง ู
ููู ุงูุฑููุณููู
โKatakanlah : โAku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasulโ. [Al-Ahqaf/46 : 9].
Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Taโala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku.
Dan dikatakan juga : โFulan mengada-adakan bidโahโ, maksudnya : memulai satu cara yang belum ada sebelumnya.
Dan perbuatan bidโah itu ada dua bagian :
1. Perbuatan bidโah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti adanya penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalamnya penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah mubah (diperbolehkan) ; karena asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) adalah mubah.
2. Perbuatan bidโah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda : โBarangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)โ. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : โBarangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolakโ.
MACAM-MACAM BIDโAH
Bidโah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :
1. Bidโah qauliyah โitiqadiyah : Bidโah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Muโtazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.
Bidโah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :
1. Bidโah qauliyah โitiqadiyah : Bidโah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Muโtazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.
2. Bidโah fil ibadah : Bidโah dalam ibadah : seperti beribadah kepada Allah dengan apa yang tidak disyariโatkan oleh Allah : dan bidโah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu :
a. Bidโah yang berhubungan dengan pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syariโat Allah Taโala, seperti mengerjakan shalat yang tidak disyariโatkan, shiyam yang tidak disyariโatkan, atau mengadakan hari-hari besar yang tidak disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.
b. Bidโah yang bentuknya menambah-nambah terhadap ibadah yang disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar.
c. Bidโah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yang sifatnya tidak disyariโatkan seperti membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan cara berjamaโah dan suara yang keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam
d. Bidโah yang bentuknya menghususkan suatu ibadah yang disariโatkan, tapi tidak dikhususkan oleh syariโat yang ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Syaโban (tanggal 15 bulan Syaโban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamullail itu di syariโatkan, akan tetapi pengkhususannya dengan pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.
HUKUM BIDโAH DALAM AD-DIEN
Segala bentuk bidโah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam
Segala bentuk bidโah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam
ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ููุฑู ููุฅูููู ููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู
โJanganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bidโah, dan setiap bidโah adalah sesatโ. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih].
Dan sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam
ู
ููู ุนูู
ููู ุนูู
ููุงู ููููุณู ุนููููููู ุฃูู
ูุฑูููุง ูููููู ุฑูุฏูู
โBarangsiapa mengadakan hal yang baru yang bukan dari kami maka perbuatannya tertolakโ.
Dan dalam riwayat lain disebutkan :
ู
ููู ุฃูุญูุฏูุซู ููู ุฃูู
ูุฑูููุง ููุฐูุง ู
ูุง ููููุณู ู
ููููู ูููููู ุฑูุฏูู
โBarangsiapa beramal suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan kami maka amalannya tertolakโ.
Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam Ad-Dien (Islam) adalah bidโah, dan setiap bidโah adalah sesat dan tertolak.
Artinya bahwa bidโah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram.
Tetapi pengharaman tersebut tergantung pada bentuk bidโahnya, ada diantaranya yang menyebabkan kafir (kekufuran), seperti thawaf mengelilingi kuburan untuk mendekatkan diri kepada ahli kubur, mempersembahkan sembelihan dan nadzar-nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdoโa kepada ahli kubur dan minta pertolongan kepada mereka, dan seterusnya. Begitu juga bidโah seperti bidโahnya perkataan-perkataan orang-orang yang melampui batas dari golongan Jahmiyah dan Muโtazilah. Ada juga bidโah yang merupakan sarana menuju kesyirikan, seperti membangun bangunan di atas kubur, shalat berdoโa disisinya. Ada juga bidโah yang merupakan fasiq secara aqidah sebagaimana halnya bidโah Khawarij, Qadariyah dan Murjiโah dalam perkataan-perkataan mereka dan keyakinan Al-Qurโan dan As-Sunnah. Dan ada juga bidโah yang merupakan maksiat seperti bidโahnya orang yang beribadah yang keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam dan shiyam yang dengan berdiri di terik matahari, juga memotong tempat sperma dengan tujuan menghentikan syahwat jimaโ (bersetubuh).
Catatan :
Orang yang membagi bidโah menjadi bidโah hasanah (baik) dan bidโah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam : โSesungguhnya setiap bentuk bidโah adalah sesatโ.
Orang yang membagi bidโah menjadi bidโah hasanah (baik) dan bidโah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam : โSesungguhnya setiap bentuk bidโah adalah sesatโ.
Karena Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam telah menghukumi semua bentuk bidโah itu adalah sesat ; dan orang ini (yang membagi bidโah) mengatakan tidak setiap bidโah itu sesat, tapi ada bidโah yang baik !
Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan dalam kitabnya โSyarh Arbaโinโ mengenai sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam : โSetiap bidโah adalah sesatโ, merupakan (perkataan yang mencakup keseluruhan) tidak ada sesuatupun yang keluar dari kalimat tersebut dan itu merupakan dasar dari dasar Ad-Dien, yang senada dengan sabdanya : โBarangsiapa mengadakan hal baru yang bukan dari urusan kami, maka perbuatannya ditolakโ. Jadi setiap orang yang mengada-ada sesuatu kemudian menisbahkannya kepada Ad-Dien, padahal tidak ada dasarnya dalam Ad-Dien sebagai rujukannya, maka orang itu sesat, dan Islam berlepas diri darinya ; baik pada masalah-masalah aqidah, perbuatan atau perkataan-perkataan, baik lahir maupun batin.
Dan mereka itu tidak mempunyai dalil atas apa yang mereka katakan bahwa bidโah itu ada yang baik, kecuali perkataan sahabat Umar Radhiyallahu โanhu pada shalat Tarawih : โSebaik-baik bidโah adalah iniโ, juga mereka berkata : โSesungguhnya telah ada hal-hal baru (pada Islam ini)โ, yang tidak diingkari oleh ulama salaf, seperti mengumpulkan Al-Qurโan menjadi satu kitab, juga penulisan hadits dan penyusunannyaโ.
Adapun jawaban terhadap mereka adalah : bahwa sesungguhnya masalah-masalah ini ada rujukannya dalam syariโat, jadi bukan diada-adakan. Dan ucapan Umar Radhiyallahu โanhu : โSebaik-baik bidโah adalah iniโ, maksudnya adalah bidโah menurut bahasa dan bukan bidโah menurut syariat. Apa saja yang ada dalilnya dalam syariat sebagai rujukannya jika dikatakan โitu bidโahโ maksudnya adalah bidโah menurut arti bahasa bukan menurut syariโat, karena bidโah menurut syariat itu tidak ada dasarnya dalam syariat sebagai rujukannya.
Dan pengumpulan Al-Qurโan dalam satu kitab, ada rujukannya dalam syariat karena Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam telah memerintahkan penulisan Al-Qurโan, tapi penulisannya masih terpisah-pisah, maka dikumpulkan oleh para sahabat Radhiyallahu anhum pada satu mushaf (menjadi satu mushaf) untuk menjaga keutuhannya.
Juga shalat Tarawih, Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam pernah shalat secara berjamaโah bersama para sahabat beberapa malam, lalu pada akhirnya tidak bersama mereka (sahabat) khawatir kalau dijadikan sebagai satu kewajiban dan para sahabat terus sahalat Tarawih secara berkelompok-kelompok di masa Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam masih hidup juga setelah wafat beliau sampai sahabat Umar Radhiyallahu โanhu menjadikan mereka satu jamaโah di belakang satu imam. Sebagaimana mereka dahulu di belakang (shalat) seorang dan hal ini bukan merupakan bidโah dalam Ad-Dien.
Begitu juga halnya penulisan hadits itu ada rujukannya dalam syariat. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis sebagian hadits-hadist kepada sebagian sahabat karena ada permintaan kepada beliau dan yang dikhawatirkan pada penulisan hadits masa Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam secara umum adalah ditakutkan tercampur dengan penulisan Al-Qurโan. Ketika Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam telah wafat, hilanglah kekhawatiran tersebut ; sebab Al-Qurโan sudah sempurna dan telah disesuaikan sebelum wafat Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam. Maka setelah itu kaum muslimin mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam, sebagai usaha untuk menjaga agar supaya tidak hilang ; semoga Allah Taโala memberi balasan yang baik kepada mereka semua, karena mereka telah menjaga kitab Allah dan Sunnah Nabi mereka Shallallahu โalaihi wa sallam agar tidak kehilangan dan tidak rancu akibat ulah perbuatan orang-orang yang selalu tidak bertanggung jawab.
[Disalin dari buku Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang harus Dicintai & Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan Solo, hal 47-55, penerjemah Endang Saefuddin.]
Read more https://almanhaj.or.id/439-pengertian-bidah-macam-macam-bidah-dan-hukum-hukumnya.html
Banyak kaum muslimin yang masih meremehkan masalah bidโah. Hal itu bisa jadi karena minimnya pengetahuan mereka tentang dalil-dalil syarโi. Padahal andaikan mereka mengetahui betapa banyak hadits Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam yang membicarakan dan mencela bidโah, mereka akan menyadari betapa Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam sangat sering membahasnya dan sangat mewanti-wanti umat beliau agar tidak terjerumus pada bidโah. Jadi, lisan yang mencela bidโah dan mewanti-wanti umat dari bidโah adalah lisan Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam sendiri.
Hadits 1
Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda,
ู
ููู ุฃูุญูุฏูุซู ููู ุฃูู
ูุฑูููุง ููุฐูุง ู
ูุง ููููุณู ู
ููููู ูููููู ุฑูุฏูู
โBarangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolakโ (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Hadits 2Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda,
ู
ููู ุนูู
ููู ุนูู
ููุงู ููููุณู ุนููููููู ุฃูู
ูุฑูููุง ูููููู ุฑูุฏูู
โBarangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolakโ (HR. Muslim no. 1718)
Hadits 3
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
ุฃูู
ููุง ุจูุนูุฏู ููุฅูููู ุฎูููุฑู ุงููุญูุฏููุซู ููุชูุงุจู ุงูููููู ููุฎูููุฑู ุงููููุฏูู ููุฏูู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุดูุฑูู ุงูุฃูู
ููุฑู ู
ูุญูุฏูุซูุงุชูููุง ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู
โAmma baโdu. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bidโah, setiap bidโah adalah kesesatanโ (HR. Muslim no. 867)
Dalam riwayat An Nasaโi,
ู
ููู ููููุฏู ุงูููููู ูููุง ู
ูุถูููู ูููู ุ ููู
ููู ููุถููููู ูููุง ููุงุฏููู ูููู ุ ุฅูููู ุฃูุตูุฏููู ุงููุญูุฏููุซู ููุชูุงุจู ุงูููููู ุ ููุฃูุญูุณููู ุงููููุฏููู ููุฏููู ู
ูุญูู
ููุฏู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุ ููุดูุฑูู ุงูุฃูู
ููุฑู ู
ูุญูุฏูุซูุงุชูููุง ุ ููููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู ุ ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงููุฉู ุ ููููููู ุถููุงููุฉู ููู ุงููููุงุฑู
โBarangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bidโah, setiap bidโah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di nerakaโ (HR. An Nasaโi no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dhaโif Sunan An Nasaโi)
Hadits 4
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฃููุตููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููููู ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุนูุจูุฏูุง ุญูุจูุดููููุง ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ุจูุนูุฏูู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงูููุง ููุซููุฑูุง ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงููู
ูููุฏููููููู ุงูุฑููุงุดูุฏูููู ุชูู
ูุณูููููุง ุจูููุง ููุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ููุฑู ููุฅูููู ููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู
โAku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan taโat kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafaโur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bidโah dan setiap bidโah adalah kesesatanโ (HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: โhadits ini hasan shahihโ)
Hadits 5
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅููู ุงูููู ุญูุฌูุจู ุงูุชููููุจูุฉู ุนููู ููููู ุตูุงุญูุจู ุจูุฏูุนูุฉู ุญูุชููู ููุฏูุนู ุจูุฏูุนูุชููู
โSungguh Allah menghalangi taubat dari setiap pelaku bidโah sampai ia meninggalkan bidโahnyaโ (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath no.4334. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 54)
Hadits 6
Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda,
ุฃูููุง ููุฑูุทูููู
ู ุนูููู ุงููุญูููุถู ุ ููููุฑูููุนูููู ุฅูููููู ุฑูุฌูุงูู ู
ูููููู
ู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ุฃูููููููุชู ูุฃูููุงููููููู
ู ุงุฎูุชูููุฌููุง ุฏููููู ููุฃูููููู ุฃููู ุฑูุจูู ุฃูุตูุญูุงุจูู . ููููููู ูุงู ุชูุฏูุฑูู ู
ูุง ุฃูุญูุฏูุซููุง ุจูุนูุฏููู
โAku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, โWahai Rabbku, ini adalah umatkuโ. Allah berfirman, โEngkau tidak tahu (bidโah) yang mereka ada-adakan sepeninggalmuโ โ (HR. Bukhari no. 6576, 7049).
Dalam riwayat lain dikatakan,
ุฅููููููู
ู ู
ููููู . ููููููุงูู ุฅูููููู ูุงู ุชูุฏูุฑูู ู
ูุง ุจูุฏูููููุง ุจูุนูุฏููู ููุฃูููููู ุณูุญูููุง ุณูุญูููุง ููู
ููู ุจูุฏูููู ุจูุนูุฏูู
โ(Wahai Rabb), sungguh mereka bagian dari pengikutku. Lalu Allah berfirman, โSungguh engkau tidak tahu bahwa sepeninggalmu mereka telah mengganti ajaranmuโ. Kemudian Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam mengatakan, โCelaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahkuโ(HR. Bukhari no. 7050).
AlโAini ketika menjelaskan hadits ini beliau berkata: โHadits-hadits yang menjelaskan orang-orang yang demikian yaitu yang dikenal oleh Nabi sebagai umatnya namun ada penghalang antara mereka dan Nabi, dikarenakan yang mereka ada-adakan setelah Nabi wafat. Ini menunjukkan setiap orang mengada-adakan suatu perkara dalam agama yang tidak diridhai Allah itu tidak termasuk jamaโah kaum muslimin. Seluruh ahlul bidโah itu adalah orang-orang yang gemar mengganti (ajaran agama) dan mengada-ada, juga orang-orang zhalim dan ahli maksiat, mereka bertentangan dengan al haq. Orang-orang yang melakukan itu semua yaitu mengganti (ajaran agama) dan mengada-ada apa yang tidak ada ajarannya dalam Islam termasuk dalam bahasan hadits iniโ (Umdatul Qari, 6/10)
Hadits 7
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงููููู ุณูููููู ุฃูู
ูุฑูููู
ู ู
ููู ุจูุนูุฏูู ุฑูุฌูุงูู ููุทูููุฆูููู ุงูุณูููููุฉู ุ ููููุญูุฏูุซูููู ุจูุฏูุนูุฉู ุ ููููุคูุฎููุฑูููู ุงูุตููููุงุฉู ุนููู ู
ูููุงูููุชูููุง โ ุ ููุงูู ุงุจููู ู
ูุณูุนููุฏู : ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุ ูููููู ุจูู ุฅูุฐูุง ุฃูุฏูุฑูููุชูููู
ู ุ ููุงูู : โ ููููุณู ููุง ุงุจููู ุฃูู
ูู ุนูุจูุฏู ุทูุงุนูุฉู ููู
ููู ุนูุตูู ุงูููููู โ ุ ููุงููููุง ุซูููุงุซู ู
ูุฑููุงุชู
โSungguh diantara perkara yang akan datang pada kalian sepeninggalku nanti, yaitu akan ada orang (pemimpin) yang mematikan sunnah dan membuat bidโah. Mereka juga mengakhirkan shalat dari waktu sebenarnyaโ. Ibnu Masโud lalu bertanya: โapa yang mesti kami perbuat jika kami menemui mereka?โ. Nabi bersabda: โWahai anak Adam, tidak ada ketaatan pada orang yang bermaksiat pada Allah'โ. Beliau mengatakannya 3 kali. (HR. Ahmad no.3659, Ibnu Majah no.2860. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 2864)
Hadits 8
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅูููููู ู
ููู ุฃูุญูููุง ุณููููุฉู ู
ููู ุณููููุชูู ููุฏู ุฃูู
ููุชูุชู ุจูุนูุฏูู ููุฅูููู ูููู ู
ููู ุงููุฃูุฌูุฑู ู
ูุซููู ู
ููู ุนูู
ููู ุจูููุง ู
ููู ุบูููุฑู ุฃููู ููููููุตู ู
ููู ุฃูุฌููุฑูููู
ู ุดูููุฆูุง ุ ููู
ููู ุงุจูุชูุฏูุนู ุจูุฏูุนูุฉู ุถูููุงููุฉู ููุง ููุฑูุถูุงููุง ุงูููููู ููุฑูุณูููููู ููุงูู ุนููููููู ู
ูุซููู ุขุซูุงู
ู ู
ููู ุนูู
ููู ุจูููุง ููุง ููููููุตู ุฐููููู ู
ููู ุฃูููุฒูุงุฑู ุงููููุงุณู ุดูููุฆูุง
โBarangsiapa yang sepeninggalku menghidupkan sebuah sunnah yang aku ajarkan, maka ia akan mendapatkan pahala semisal dengan pahala orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang membuat sebuah bidโah dhalalah yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan dosa semisal dengan dosa orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpunโ (HR. Tirmidzi no.2677, ia berkata: โHadits ini hasanโ)
Hadits 9
Hadits dari Hudzaifah Ibnul Yaman, ia berkata:
Hadits dari Hudzaifah Ibnul Yaman, ia berkata:
ูุง ุฑุณููู ุงูููู ! ุฅูุง ููุง ุจุดุฑู . ูุฌุงุก ุงูููู ุจุฎูุฑู . ููุญู ููู . ููู ู
ู ูุฑุงุกู ูุฐุง ุงูุฎูุฑู ุดุฑูู ุ ูุงู ( ูุนู
) ููุชู : ูู ู
ู ูุฑุงุกู ุฐูู ุงูุดุฑูู ุฎูุฑู ุ ูุงู ( ูุนู
) ููุชู : ููู ู
ู ูุฑุงุกู ุฐูู ุงูุฎูุฑู ุดุฑูู ุ ูุงู ( ูุนู
) ููุชู : ููู ุ ูุงู ( ูููู ุจุนุฏู ุฃุฆู
ุฉู ูุง ููุชุฏูู ุจูุฏุงูู ุ ููุง ูุณุชููููู ุจุณููููุชู . ูุณูููู
ูููู
ุฑุฌุงูู ูููุจููู
ูููุจู ุงูุดูุงุทููู ูู ุฌูุซู
ุงูู ุฅูุณู ) ูุงู ููุชู : ููู ุฃุตูุนู ุ ูุง ุฑุณููู ุงูููู ! ุฅู ุฃุฏุฑูุช ูุฐูู ุ ูุงู ( ุชุณู
ุนู ูุชุทูุน ููุฃู
ูุฑู . ูุฅู ุถูุฑูุจ ุธูุฑูู . ูุฃุฎุฐ ู
ุงููู . ูุงุณู
ุนู ูุฃุทุนู )
โWahai Rasulullah, dulu kami orang biasa. Lalu Allah mendatangkan kami kebaikan (berupa Islam), dan kami sekarang berada dalam keislaman. Apakah setelah semua ini akan datang kejelekan? Nabi bersabda: โYaโ. Apakah setelah itu akan datang kebaikan? Nabi bersabda: โYaโ. Apakah setelah itu akan datang kejelekan? Nabi bersabda: โYaโ. Aku bertanya: โApa itu?โ. Nabi bersabda: โakan datang para pemimpin yang tidak berpegang pada petunjukku dan tidak berpegang pada sunnahku. Akan hidup diantara mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan namun berjasad manusiaโ. Aku bertanya: โApa yang mesti kami perbuat wahai Rasulullah jika mendapati mereka?โ. Nabi bersabda: โTetaplah mendengar dan taat kepada penguasa, walau mereka memukul punggungmu atau mengambil hartamu, tetaplah mendengar dan taatโโ (HR. Muslim no.1847)
Tidak berpegang pada sunnah Nabi dalam beragama artinya ia berpegang pada sunnah-sunnah yang berasal dari selain Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan kebidโahan.
Hadits 10
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฃูููููู ู
ููู ููุบููููุฑู ุณููููุชูู ุฑูุฌููู ู
ููู ุจูููู ุฃูู
ููููุฉู
โOrang yang akan pertama kali mengubah-ubah sunnahku berasal dari Bani Umayyahโ (HR. Ibnu Abi Ashim dalam Al Awaโil, no.61, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1749)
Dalam hadits ini Nabi mengabarkan bahwa akan ada orang yang mengubah-ubah sunnah beliau. Sunnah Nabi yang diubah-ubah ini adalah kebidโahan.
Hadits 11
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฌูุงุกู ุซูููุงุซูุฉู ุฑูููุทู ุฅูููู ุจููููุชู ุฃูุฒูููุงุฌู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุณูุฃูููููู ุนููู ุนูุจูุงุฏูุฉู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุ ููููู
ููุง ุฃูุฎูุจูุฑููุง ููุฃููููููู
ู ุชูููุงููููููุง ุ ููููุงูููุง : ููุฃููููู ููุญููู ู
ููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฏู ุบูููุฑู ูููู ู
ูุง ุชูููุฏููู
ู ู
ููู ุฐูููุจููู ููู
ูุง ุชูุฃูุฎููุฑู ุ ููุงูู ุฃูุญูุฏูููู
ู : ุฃูู
ููุง ุฃูููุง ุ ููุฅููููู ุฃูุตููููู ุงูููููููู ุฃูุจูุฏูุง ุ ููููุงูู ุขุฎูุฑู : ุฃูููุง ุฃูุตููู
ู ุงูุฏููููุฑู ููููุง ุฃูููุทูุฑู ุ ููููุงูู ุขุฎูุฑู : ุฃูููุง ุฃูุนูุชูุฒููู ุงููููุณูุงุกู ููููุง ุฃูุชูุฒููููุฌู ุฃูุจูุฏูุง ุ ููุฌูุงุกู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅูููููููู
ู ุ ููููุงูู : โ ุฃูููุชูู
ู ุงูููุฐูููู ููููุชูู
ู ููุฐูุง ููููุฐูุง ุ ุฃูู
ูุง ููุงูููููู ุฅููููู ููุฃูุฎูุดูุงููู
ู ููููููู ููุฃูุชูููุงููู
ู ูููู ูููููููู ุฃูุตููู
ู ููุฃูููุทูุฑู ุ ููุฃูุตููููู ููุฃูุฑูููุฏู ุ ููุฃูุชูุฒููููุฌู ุงููููุณูุงุกู ุ ููู
ููู ุฑูุบูุจู ุนููู ุณููููุชูู ููููููุณู ู
ููููู
โAda tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahuโalaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahuโalaihi wasallam. ูSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, โIbadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahuโalaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?โ Salah seorang dari mereka berkata, โSungguh, aku akan shalat malam selama-lamanyaโ (tanpa tidur). Kemudian yang lain berkata, โKalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbukaโ. Dan yang lain lagi berkata, โAku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanyaโ. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahuโalaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: โKalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golongankuโ (HR. Bukhari no.5063)
Dalam hadits di atas, ketiga orang tersebut berniat melakukan kebidโahan, karena ketiganya tidak pernah diajarkan oleh Nabi. Yaitu puasa setahun penuh, shalat semalam suntuk setiap hari, kedua hal ini adalah bentuk ibadah yang bidโah. Dan berkeyakinan bahwa dengan tidak menikah selamanya itu bisa mendatangkan pahala dan keutamaan adalah keyakinan yang bidโah. Oleh karena itu Nabi bersabda โBarangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golongankuโ.
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang membicarakan dan mencela bidโah, namun apa yang kami nukilkan di atas sudah cukup mewakili betapa bahaya dan betapa pentingnya kita untuk waspada dari bidโah.
Wallahuโalam.
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/11456-hadits-hadits-tentang-bidah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar